#menuqu { text-decoration: none; vertical-align: middle; } #menuqu a { border-top: 1px solid #96d1f8; background: #c3f208; background: -webkit-gradient(linear, left top, left bottom, from(#0cf02e), to(#c3f208)); background: -moz-linear-gradient(top, #0cf02e, #c3f208); padding: 6.5px 13px; -webkit-border-radius: 9px; -moz-border-radius: 9px; border-radius: 9px; -webkit-box-shadow: rgba(0,0,0,1) 0 1px 0; -moz-box-shadow: rgba(0,0,0,1) 0 1px 0; box-shadow: rgba(0,0,0,1) 0 1px 0; text-shadow: rgba(0,0,0,.4) 0 1px 0; color: #5012fa; font-size: 14px; font-family: Georgia, serif; display: inline; width: 150px; text-decoration: none; vertical-align: middle; } #menuqu a:hover { border-top-color: #f20827; background: #f20827; color: #ccc; } #menuqu a:active { border-top-color: #f2f5f7; background: #f2f5f7; }

Berbagi tak perna rugi. semua yang ada dalam blog ini di bagi secara gratis, kenapa ? karena di dapatkan dengan gratis juga.

Kamis, 26 Mei 2011

Bahaya Notebook Panas Bagi Tubuh

Dalam tulisan ini Anda dapat mengetahui, kapankah suhu tinggi berbahaya bagi perangkat dan pengguna. Efek panas bisa membawa dua kerugian sekaligus. Pertama, dapat merusak perangkat itu sendiri dan kedua, merugikan Anda karena pemborosan energi dari listrik, yang berakibat tagihan listrik Anda akan naik.

Dapat Mengganggu tingkat kesuburan pria

Dari hasil penelitian ilmuwan State University of New York (SUNY) diketahui bahwa notebook pada pangkuan berperan besar dalam peningkatan suhu testis. Menurut Dr. Yefim Sheynkin (Urolog dan Ketua Jurusan SUNY), "Notebook yang mencapai suhu internal hingga di atas 70 °C dan sering ditempatkan dekat testis bisa membawa dampak buruk berganda. Selain suhu tinggi, pengguna biasanya juga duduk dengan paha dirapatkan untuk menopang notebook, sehingga testis pun terjepit di antara paha. Bila hal ini berlangsung lama bisa mempengaruhi kemampuan reproduksinya.

Untuk membuktikan hal tersebut, CHIP menggunakan sebuah thermal camera profesional berpresisi tinggi dalam mengukur suhu.. CHIP menjalankan beberapa program standar dan berselancar sejenak di Internet. Tujuannya agar semirip mungkin dengan aktivitas normal pengguna setiap harinya. Setelah 10 menit, area panas (hotspot) pertama pada permukaan casing menunjukkan suhu di atas 40 °C.

CHIP kemudian mengamati pengguna yang sedang menggunakan (memangku) notebook A*** tersebut di pahanya (memakai celana jeans) untuk melihat video di YouTube dan mengedit beberapa dokumen Office. Foto thermal (lihat gambar di bawah) menunjukkan bahwa celana jeans-nya menjadi panas dan menyetuh suhu di atas 40 °C. Kondisi suhu tinggi ini bukan saja berarti potentia generandi-nya terancam, tetapi juga bisa menyebabkan luka bakar tingkat ringan hingga sedang pada bagian paha.

Quote:





Bagian Panas: Sebuah notebook dalam pengujian yg menjadi sangat panas (46,7 °C) setelah dipakai selama 15 menit bisa menyebabkan luka bakar pada pengunanya.



mengancam Kesuburan: Suhu 40,3 °C bisa menyebabkan luka bakar ringan pada paha. Pada bagian-bagian kritis, suhunya mencapai 36,2 °C. Ini jelas terlalu panas!


Saat penggunaan secara intensif, area panas pada keyboard di kiri bawah dan di atas keyboard dekat layar bisa mencapai lebih dari 60 °C. Di sini, luka bakar pada tangan dan lengan bawah kemungkinan besar terjadi bila notebook digunakan selama berjam-jam. Pertanyaannya, mengapa banyak pengguna "pasrah" saja dengan ancaman panas semacam itu? Sebuah analogi sederhana mungkin bisa menjelaskannya. Seekor katak akan duduk tenang saja di dalam sebuah gelas kaca yang dipanasi perlahan. Namun, bila gelas tersebut ditempatkan dalam air panas, ia langsung melompat keluar. Ini berarti, seperti halnya katak, manusia pun mentolerir peningkatan panas secara perlahan hingga di atas batas aman. Sebuah kasus menarik pernah terjadi di Swedia tahun 2002. Seorang ilmuwan bisa mengalami luka bakar berat pada organ vitalnya setelah satu jam bekerja dengan notebook yang dipangkunya. Panas dari notebook rupanya bisa menembus celana dan celana dalamnya.

Prosesor dan graphics card high-end dengan performa tinggi pada notebook tersebut dianggap sebagai salah satu penyumbang panas terbesar.

PENCEGAHAN

Kurang subur dan luka bakar tentu tidak diinginkan setiap orang. Kasus luka bakar ringan biasa dapat pulih dengan cepat, seperti halnya ilmuwan Swedia yang telah pulih tanpa bantuan antibiotik. Para pakar sepakat, efek panas selama beberapa bulan pada testis pria bisa saja menyebabkan kemandulan. Sperma sendiri diketahui butuh waktu sekitar 2 bulan untuk dapat melakukan regenerasi.

Meskipun demikian, Anda wajib melindungi diri dari ancaman luka fisik yang ditimbulkannya. Keliru besar bila Anda menganggap kasus yang terjadi tidak mungkin menimpa Anda. Dari hasil pengamatan CHIP, ditemukan fakta bahwa terdapat puluhan notebook berlayar 14 hingga 15,4 inci di pasaran yang dapat menimbulkan panas hingga bersuhu 40 °C

Langkah proteksi termudah yang dapat Anda lakukan adalah selalu mengoperasikan perangkat di atas sebuah alas. Paling aman adalah di atas meja, tetapi bila di perjalanan pakai saja tas atau yang stabil sebagai alasnya. Solusi yang lebih baik ditawarkan Gigabyte lewat produknya G-Pad. Alas aluminium yang dapat dibuka tersebut memiliki manfaat ganda. Selain melindungi paha pengguna dari terpaan panas, juga membantu menyingkirkan panas lebih cepat, sehingga sistem lebih dingin dan stabil.

Perlindungan Lainnya

Power Supply dengan Steker:
Perangkat yang sangat panas bukan hanya bahaya bagi tubuh dan kesuburan, tetapi juga memboroskan energi yang artinya memboroskan uang Anda. Biasanya produsen PC atau notebook menawarkan solusinya melalui teknologi yang lebih efisien dalam pemakaian energi, misalnya pada prosesor dan chip graphics. Langkah ini akan lebih baik daripada harus membuat sistem "pengusir" panas yang bisa berpegaruh negatif pada citra produk.

Situasi berbeda dijumpai pada wall power supply (adaptor) yang dipakai untuk menghidupkan banyak perangkat IT kecil dan sering kali juga berperan menyedot listrik. Bagi kebanyakan produsen permasalahan power supply semacam itu adalah biaya! Perbedaannya sangat besar, apakah mereka menggunakan power supply seharga US$ 1 (tipe trafo) atau US$ 3 dollar (tipe saklar) untuk melengkapi perangkat. Bagi pengguna, selisih kedua power supply bukan hanya US$ 2, melainkan US$ 15!

Biaya US$ 15 ini harus Anda bayar ke PLN melalui tagihan listrik. Ini bukan untuk energi yang dibutuhkan power supply, melainkan hanya selisihnya dengan power supply tipe saklar. Router, Access Point atau apa saja yang Anda gunakan memang membutuhkan listrik. Power supply tipe saklar memiliki efisiensi yang jauh lebih tinggi (sering di atas 90%) dibanding tipe trafo. Selain itu, ia pun dibuat lebih kompak dan ringan. Perbedaan dalam foto thermal (kiri tengah pada gambar di atas) terlihat jelas. Sebuah papan stopkontak yang penuh dengan power supply tipe steker menampilkan sebuah celah warna di tempat satu-satunya power supply tipe saklar. Suhu maksimal lainnya sekitar 55 °C.

Prosesor dan motherboard:
Agak panjang, tapi intinya Procesor dan motherboard tipe terbaru sudah lebih ramah lingkungan dan dapat mengurangi resiko2 di atas

Sumber ; Majalah CHIP edisi Maret 2009, KASKUS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar